Contoh perhitungan PPh pasal 21 pegawai tetap yang pindah bekerja dalam tahun berjalan
Tuan Fredi status belum nikah adalah pegawai PT.Harapan Sejahtera di Jogjakarta sejak 1 juni 2009 pindah kerja pada PT.Arya Delta Semarang. Saat bekerja di Harapan Sejahtera gajinya sebesar Rp. 3.500.000,00 sedangkan di PT.Arya Delta Semarang Rp.4.000.000,00 pada kedua perusahaan tersebut tuan Fredi membayar iuran pensiun sebesar Rp.100.000,00
PENYELESAIAN
Penghasilan tuan Fredi di PT.Harapan Sejahtera Jogjakarta
Gaji sebulan Rp. 3.500.000,00
Dikurangi :
Biaya jabatan
5 % x Rp. 3.500.000 = Rp. 175.000,00
Iuran pensiun = Rp. 100.000,00 +
Rp. 275.000,00-
Penghasilan netto sebulan Rp. 3.225.000,00
Penghasilan netto setahun
12 x Rp. 3.225.000,00 Rp. 38.700.000,00
PTKP /TK Rp. 15.840.000,00-
PKP Rp. 22.860.000,00
Pph pasal 21 terutang setahun :
5% x Rp. 22.860.000,00 = Rp. 1.143.000,00
PPh Pasal 21 terutang sebulan
Rp. 1.143.000,00 : 12 Rp. 95.250,00
PPh pasal 21 terutang yang harus dipotong untuk masa januari s/d mei 2009 adalah :
5/12 x Rp. 1.143.000,00 = Rp. 476.250,00
PPh pasal 21 yang sudah dipotong masa
Januari s/d mei 2009 adalah :
5 x Rp. 95.250,00 = Rp. 476.250,00
PPh pasal 21 kurang (lebih) dipotong NIHIL
Pengisian Bukti pemotongan PPh pasal 21 (form 1721-A1) di kantor Jogjakarta
Gaji ( Januari – Mei 2009 )
5 x Rp. 3.500.000,00 Rp. 17.500.000,00
Pengurangan:
Biaya jabatan
5% x Rp. 17.500.000,00 Rp. 875.000,00
Iuran pensiun
5 x Rp. 100.000,00 Rp 500.000,00
Rp. 1.375.000,00
Penghasilan netto 5 bulan Rp. 16.125.000,00
Penghasilan neto disetahunkan :
12/5 x Rp. 16.125.000,00 Rp. 38.700.000,00
PTKP/K1 Rp. 15.840.000,00
PKP Rp. 22.860.000,00
PPh pasal 21 disetahunkan
5% x Rp. 22.860.000,00 Rp. 1.143.000,00
PPh pasal 21 terutang
5/12 x Rp. 1.143.000,00 Rp. 476.250,00
PPh Pasal 21 yang telah dipotong dan dilunasi
( Januari-Mei 2009 ) adalah :
5 x Rp. 95.250,00 Rp. 476.250,00
PPh pasal 21 kurang (lebih) dipotong NIHIL
Penghasilan tuan Fredi di PT. Aria Delta Semarang
Gaji Juni s.d. Desember 7 x Rp. 4.000.000,00 Rp. 28.000.000,00
Dikurangi :
Biaya jabatan 5% = Rp. 1.400.000,00
Iuran pensiun 7 x Rp. 100.000 = Rp. 700.000,00 +
Rp. 2.100.000,00-
Penghasilan netto di PT. Aria Delta Rp. 25.900.000,00
Penghasilan netto di PT.Harapan Sejahtera Rp. 16.125.000,00
Jumlah penghasilan netto setahun Rp. 42.025.000,00
PTKP/TK Rp. 15.840.000,00-
PKP Rp. 26.185.000,00
PPh pasal 21 terutang setahun
5% x Rp. 26.185.000,00 = Rp. 1.309.250,00
PPh pasal 21 terutang di PT.Harapan Sejahtera
Sesuai dengan form 1721-A1 Rp. 476.250,00
PPh pasal 21 terutang di PT.Aria Delta Rp. 833.000,00
PPh pasal 21 sebulan yang harus dipotong di PT.Aria Delta :
Rp. 833.000,00 : 7 Rp. 119.000,00
Pengisian Bukti pemotongan PPh pasal 21 (form 1721-A1) di kantor Surabaya
Gaji ( Juni – Desember 2009 )
7 x Rp. 4.000.000,00 Rp. 28.000.000,00
Pengurangan:
Biaya jabatan
5% x Rp. 28.000.000,00 Rp. 1.400.000,00
Iuran pensiun
7 x Rp. 100.000,00 Rp 700.000,00
Rp. 2.100.000,00
Penghasilan netto di PT.Aria Delta Rp. 25.900.000,00
Penghasilan neto di PT.Harapan Sejahtera Rp. 16.125.000,00
Rp. 42.025.000,00
PTKP/K1 Rp. 15.840.000,00
PKP Rp. 26.185.000,00
PPh pasal 21 terutang
5% x Rp. 26.185.000,00 Rp. 1.309.250,00
PPh pasal 21 terutang di PT.Harapan Sejahtera
Sesuai dengan form 1721-A1 Rp. 476.250,00
PPh pasal 21 terutang di PT.Aria Delta Rp. 833.000,00
PPh Pasal 21 yang telah dipotong
7 x Rp. 119.000,00 Rp. 833.000,00
PPh pasal 21 kurang (lebih) dipotong NIHIL
Pemotong pph pasal 21 sebelum pindah adalah PT.Harapan Sejahtera Jogjakarta sebesar Rp. 476.250,00 dan sesudah pindah PT.Aria Delta Surabaya sebesar Rp. 833.250,71.
Dikenakan atas penghasilan tuan Fredi selaku karyawan perusahaan tersebut.
Contoh perhitungan PPh pasal 21 atas bonus
Karyawati Atika status tidak kawin telah bekerja beberapa lama pada PT.Upaya Sakti. Tahun 2009 memperoleh gaji sebesar Rp. 4.500.000,00. perusahaan ikut program jamsostek, premi jaminan kecelakaan kerja, premi jaminan kematian, dan iuran JHT dibayar oleh pemberi kerja masing-masing sebesar 1%,0,3%, dan 3,7% dari gaji. Nona Atika sendiri membayar iuran pensiun Rp. 50.000,00/bulan dan iuran JHT sebesar 2% dari gaji setiap bulan. Diakhir tahun yangbersangkutan juga menerima bonus sebesar 2 x gaji. Hitunglah PPh atas bonus
PENYELESAIAN
Penghasilan atas gaji dan Bonus (penghasilan setahun)
Gaji setahun (12 x Rp. 4.500.000,00) Rp.54.000.000,00
Bonus Rp. 9.000.000,00
Premi asuransi kecelakaan kerja Rp. 540.000,00
Premi asuransi jaminan kematian Rp. 162.000,00+
Gaji Bruto Rp.63.702.000,00
Dikurangi
Biaya jabatan 5% x GB Rp. 3.185.100,00
Iuran pensiun Rp. 600.000,00
Iuran JHT Rp. 1.080.000,00 +
Rp. 4.865.100,00-
Penghasilan Netto Rp.58.836.900,00
PTKP /TK Rp.15.840.000,00-
PKP Rp.42.996.900,00
PPh pasal 21atas gaji dan bonus
5% x Rp. 42.996.900,00 = Rp. 2.149.845,00
Penghasilan atas gaji setahun
Penghasilan setahun Rp.54.000.000,00
Premi asuransi kecelakaan kerja Rp. 540.000,00
Premi asuransi kematian Rp. 162.000,00+
Penghasilan Bruto Rp.54.702.000,00
Dikurangi
Biaya jabatan Rp. 2.735.100,00
Iuran pensiun Rp. 600.000,00
Iuran JHT Rp. 1.080.000,00 +
Rp. 4.415.100,00-
Penghasilan Netto Rp.50.286.900,00
PTKP /TK Rp.15.840.000,00-
PKP Rp.34.446.900,00
PPh pasal 21 terutang
5 % x Rp. 34.446.900,00 = Rp. 1.722.345,00
PPh pasal 21 atas bonus : Rp. 2.149.845,00 - Rp. 1.722.345,00 = Rp. 427.500,00
Pemotong pajak adalah PT.Upaya Sakti selaku pemberi kerja sebesar Rp. 427.500,00
Atas bonus Atika selaku karyawati PT.Upaya Sakti.
Contoh perhitungan PPh pasal 21 pegawai tetap yang pindahtugaskan dalam tahun berjalan
Tomi Susanto status belum nikah adalah pegawai PT.Rayon sejak 1 juni 2009 dipindah tugaskan ke kantor cabang Bandung. Gaji Tomi sebesar Rp. 3.500.000,00 dan pembayaran iuran pensiun yang di bayar sendiri sebesar Rp. 100.000,00. Hitunglah PPh pasal 21 yang di potong di Bandung
PENYELESAIAN
Kantor Pusat
Gaji sebulan Rp. 3.500.000,00
Dikurangi :
Biaya jabatan
5 % x Rp. 3.500.000 = Rp. 175.000,00
Iuran pensiun = Rp. 100.000,00 +
Rp. 275.000,00-
Penghasilan netto sebulan Rp. 3.225.000,00
Penghasilan netto setahun
12 x Rp. 3.225.000,00 Rp. 38.700.000,00
PTKP /TK Rp. 15.840.000,00-
PKP Rp. 22.860.000,00
Pph pasal 21 terutang setahun :
5% x Rp. 22.860.000,00 = Rp. 1.143.000,00
PPh Pasal 21 terutang sebulan
Rp. 1.143.000,00 : 12 Rp. 95.250,00
PPh pasal 21 terutang yang harus dipotong untuk masa januari s/d mei 2009 adalah :
5/12 x Rp. 1.143.000,00 = Rp. 476.250,00
PPh pasal 21 yang sudah dipotong masa
Januari s/d mei 2009 adalah :
5 x Rp. 95.250,00 = Rp. 476.250,00
PPh pasal 21 kurang (lebih) dipotong NIHIL
Pengisian Bukti pemotongan PPh pasal 21 (form 1721-A1) di kantor Pusat
Gaji ( Januari – Mei 2009 )
5 x Rp. 3.500.000,00 Rp. 17.500.000,00
Pengurangan:
Biaya jabatan
5% x Rp. 17.500.000,00 Rp. 875.000,00
Iuran pensiun
5 x Rp. 100.000,00 Rp 500.000,00
Rp. 1.375.000,00
Penghasilan netto 5 bulan Rp. 16.125.000,00
Penghasilan neto disetahunkan :
12/5 x Rp. 16.125.000,00 Rp. 38.700.000,00
PTKP/TK Rp. 15.840.000,00
PKP Rp. 22.860.000,00
PPh pasal 21 disetahunkan
5% x Rp. 22.860.000,00 Rp. 1.143.000,00
PPh pasal 21 terutang
5/12 x Rp. 1.143.000,00 Rp. 476.250,00
PPh Pasal 21 yang telah dipotong dan dilunasi
( Januari-Mei 2009 ) adalah :
5 x Rp. 95.250,00 Rp. 476.250,00
PPh pasal 21 kurang (lebih) dipotong NIHIL
Kantor Cabang Bandung
Gaji Juni s.d. Desember 7 x Rp. 3.500.000,00 Rp. 24.500.000,00
Dikurangi :
Biaya jabatan 5% = Rp. 1.225.000,00
Iuran pensiun 7 x Rp. 100.000 = Rp. 700.000,00 +
Rp. 1.925.000,00-
Penghasilan netto di Cabang Bandung Rp. 22.575.000,00
Penghasilan netto di Pusat Rp. 16.125.000,00
Jumlah penghasilan netto setahun Rp. 38.700.000,00
PTKP/TK Rp. 15.840.000,00-
PKP Rp. 22.860.000,00
PPh pasal 21 terutang setahun
5% x Rp. 22.860.000,00 = Rp. 1.143.000,00
PPh pasal 21 terutang di kantor Pusat
Sesuai dengan form 1721-A1 Rp. 476.250,00
PPh pasal 21 terutang di kantor cabang Bandung Rp. 666.750,00
PPh pasal 21 sebulan yang harus dipotong di Bandung :
Rp. 666.750,00 : 7 Rp. 95.250,00
Pengisian Bukti pemotongan PPh pasal 21 (form 1721-A1) di kantor cabang Bandung
Gaji ( Juni – Desember 2009 )
7 x Rp. 3.500.000,00 Rp. 24.500.000,00
Pengurangan:
Biaya jabatan
5% x Rp. 24.500.000,00 Rp. 1.225.000,00
Iuran pensiun
7 x Rp. 100.000,00 Rp 700.000,00
Rp. 1.925.000,00
Penghasilan netto di Cabang Bandung Rp. 22.575.000,00
Penghasilan neto di Pusat Rp. 16.125.000,00
Rp. 38.700.000,00
PTKP/TK Rp. 15.840.000,00
PKP Rp. 22.860.000,00
PPh pasal 21 terutang
5% x Rp. 22.860.000,00 Rp. 1.143.000,00
PPh pasal 21 terutang di kantor pusat
Sesuai dengan form 1721-A1 Rp. 476.250,00
PPh pasal 21 terutang di kantor cabang Bandung Rp. 666.750,00
PPh Pasal 21 yang telah dipotong
7 x Rp. 95.250,00 Rp. 666.750,00
PPh pasal 21 kurang (lebih) dipotong NIHIL
ü Pemotong PPh pasal 21 adalah PT.Rayon yang dipotong di kota sebelumnya sebesar Rp. 476.250,00 dan di kantor cabang Bandung Rp. 666.750,00.
ü Yang dipotong atas penghasilan Tomi Susanto selaku karyawan PT.Rayon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar